Ajakan Dinner

1414 Kata
Siang ini Iluvia sedang memiliki mood yang jelek. Aktivitasnya ditanggal merah kali ini hanya membaca novel, makan, tidur, menonton TV atau live streaming. Sudah, begitu gitu saja dari pagi sampai sekarang. Dan, jangan tanya si Alga kemana. Dari jam 9 pagi tadi dia sudah melipir ke rumah Clara, si sang pacar. Mau mengajak Clara nonton katanya. Ternyata dugaan Iluvia bahwa Alga akan bangun lebih siang darinya ternyata salah, nyatanya dia malah bangun pagi dan Iluvia malah bangun agak siang. "Ikut bang!" kata Iluvia tadi sebelum Alga berangkat kencan. "Apaan? Coba ngomong sekali lagi?" kata Alga berlagak tidak mendengarkan ucapan Adiknya. "IKUT BANG." kata Iluvia agak teriak. Alga malah tertawa dengan wajah mengejek yang membuat Iluvia jadi ingin menoyor kepalanya. "Kenapa?! Iluvia bilangin Ibun ya?" kata Iluvia seperti mengancam. "Ib---" "Eh eh apaan sih, ngadu mulu!" "Ikut!!" kata Iluvia memekik. "Masa pacaran ngajak adik mulu." kata Alga terkekeh. Benar sih, Iluvia sudah berpuluhan kali ikut Alga kalau ia jalan dengan Clara. "Ih, Iluvia bosen dirumah, Bang." kata Iluvia mengerucutkan bibirnya. "Itu sih derita lu!" kata Alga lalu pergi meninggalkan Iluvia dengan larian kecil. "Abaaaanggg!!" "Bodoamat!" kata Alga menjerit. "BAWAIN CHEESE BURGER GAK MAU TAU!!" "Males!" "Abaaanggg!!!!" Iluvia menjerit kesal. "ILUVIA! ALGAAA! GAK USAH TERIAK TERIAK! BERISIK!" itu suara teriakan Irla dari arah dapur. "Iya, Ibun." kata Iluvia lalu mendengus sebal. Oke sudah, lupakan. Sekarang Iluvia sedang mencari kegiatan, namun ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Snapgramnya sudah penuh, mau makan tetapi ia sudah kenyang, mau tidur tetapi dia tidak mengantuk. Dan ya sudah kalau begitu ia mau lanjut membaca novel saja. Saat baru membaca beberapa bacaan dari novel yang ia pegang itu, ponsel Iluvia berbunyi pertanda ada panggilan masuk. Dan panggilan masuk itu dari orang yang selalu mengisi pikirannya. Right, Arkan. Dengan wajah yang sumringah, Iluvia segera mengangkat panggilan itu. "Hallo?" kata Iluvia setelah ponselnya ia tempelkan ditelinga kananya. "Luv?" itu suara Arkan dari seberang sana, membuat detak jantung Iluvia tak karuan. "Iya, kenapa?" Oke, santai Iluvia. Santai. "Lagi apa?" "Lagi baca novel." "Nanti malem ada acara nggak?" "Nggak deh kayanya, kenapa?" "Dinner yuk!" "Dinner?" "Iya." "Apaan sih," Iluvia memutar bola matanya malas. Apa apaan Arkan ini, bercanda saja kerjaanya. "Lah gue serius peak, yaelah." Hah? Serius? "Malem ini?" "Nggak, nanti malem tahun baru!" "Hah?" "Ya malem ini lah Iluvia, astaga!" Iluvia membesarkan matanya, ia sungguh tak percaya. "Bisa?" "Bi-- sa." "Oke. Jam 7 lo udah harus siap, gue jemput." "O-- ke." "Dandan yang cakep. Sesekali gitu gue liat lu pake dress kaya cewek-cewek pada umumnya." kata Arkan terkekeh, lalu mematikan sambungan teleponnya. Iluvia menurunkan ponselnya dari telinganya dengan gerakan lambat, ia tak menyangka sekali kalau Arkan tiba-tiba mengajaknya makan malam. Kalian tahu sesenang apa Iluvia saat ini? Itu ibaratkan kalian tak sengaja bertemu dengan Justin Bieber, Shawn Mendes, Brunomars, Sam Simth, Zayn Malik, atau siapapun yang kalian idolakan. SENANG SEKALI! ~~~ Iluvia langsung mandi dan dia ada planning ingin pergi ke mall. Mau berbelanja untuk kebutuhan dinner nanti malam. Ia harus terlihat sempurna didepan Arkan, ya setidaknya untuk nanti malam saja. Setelah mandi, Iluvia ganti baju dan setelah semuanya siap dia langsung ke kamar Irla untuk meminta izin pergi. Tapi ternyata Irla tidak ada dikamarnya, Irla sedang ada di ruang TV, sedang menonton sinetron India kesukaannya. "Ibun!" "Eh, anak Ibun jam segini udah cantik aja, mau kemana?" kata Irla mengalihkan pandangannya ke Iluvia sebentar. "Iluvia mau ke mall, Bun." "Mau ngapain?" "Beli dress sama kesalon Bun, hehe." "Ada acara apa?" tanya Irla dengan pandangan yang masih terus fokus pada televisi. "Dinner Bun." "Sama siapa?" "Sama Arkan, Bun." "Arkan? Sahabatmu itu?" kata Irla. Iluvia menghela napas lalu memanyunkan bibirnya. "Iya Bun, sahabat." katanya lalu tersenyum pahit. "Yasudah, nanti kalau sudah langsung pulang ya." Iluvia meraih tangan Irla dan mencium punggung tangannya.  "Iluvia pergi, Bun."  Pandangan Irla tertuju pada Iluvia yang sedang mencium punggung tangannya, "Kamu naik apa kesana?" "Ojek online, Bun." Setelah Iluvia pamit dan ojek online pesanannya datang, Iluvia langsung naik diboncengannya dan beberapa menit kemudian sampai di mall tujuannya. Iluvia berjalan menuju Dress Shop langganan Irla. Lalu ia mencari dress yang bagus untuk badannya dan akhirnya ja menemukannya. Mini Dress berwarna peach, dengan sedikit motif rose dibagian pinggir dadanya. Iluvia suka dress itu. Simple dan terkesan kalem. Ia jadi tak sabar ingin memakainya. Setelah selesai membeli dress, gadis itu beralih ke Shoes Shop. Ia mencari high heels yang tak terlalu tinggi dan juga yang cocok dengan dress yang ia beli tadi. Cukup sulit mencari sepatu itu, tapi akhirnya ia menemukannya juga. High heels tidak terlalu tinggi, berwarna peach yang kebetulan sama persis sama warna dress miliknya. Sangatlah perfecto. Setelah membeli high heels, Iluvia beralih ke Bag Shop. Kurang lebih satu jam ia mencar dompet atau tas yang cocok dengan dressnya dibeberapa bag shop yang ada di mall itu, tapi ia tak kunjung menemukannya sampai Iluvia sekarang terasa sangat haus. Tak mau pusing, Iluvia keluar dari toko tas terakhir yang ia kunjungi dan tidak membeli tas apapun karena memang tak ada yang sesuai keinginannya. Dan sialnya, dia baru ingat bahwa waktu itu Irla pergi ke kondangan pakai kebaya berwarna peach dan beliau ada dompet yang berwarna peach! Mengapa tak dari tadi ia mengingat itu? Setidaknya ia tak perlu repot-repot mengelilingi mall hanya untuk mencari dompet yang cocok. Ia memutuskan untuk membeli minuman disalah satu kedai thai tea. Tak terasa sudah kurang lebih udah 3 jam Iluvia sibuk berbelanja, dari kedai thai tea itu ia langsung cus lagi menuju salon langganannya dan Irla biasanya. Setelah kurang lebih 2 jam gadis itu mempercantik diri disalon itu, ia pun segera pulang dijemput Alga karena dia sendiri yang menawarkan diri untuk menjemput Adiknya itu. Alga datang setelah beberapa menit Iluvia menunggu dilobi mall. "Shopping nih ye," kata Alga setelah ia sudah menjalankan mobilnya. "Iya dong!" kata Iluvia dengan wajah songomg. "Tapi kok sendirian." kata Alga lalu tertawa. "Ih, biarin aja. Yang penting nanti malem gue mau dinner sama Arkan!!" kata Iluvia, spontan Alga langsung melihat kearah Iluvia. Alga memandang Iluvia dengan tercengamg. "Ada yang mau sama lo?" katanya kemudian tertawa lagi-lagi. "Ih, ngeselin ya!" Iluvia memukul lengan Alga. "Anyway, udah ada kemajuan nih sama Arkan..." kata Alga. "Kemajuan gimana?" "Ya itu, kan ntar malem mau dinner. So sweet!" Alga terkekeh. "Iya dong, jelas." Iluvia tersenyum bangga. "Sampe rela-rela shopping sendiran dia." "Iya dong," kata Iluvia lagi. "Abang dibeliin apa nih?" katanya seperti merayu Iluvia. "Aduh, gue nggak sempet beliin siapa-siapa. Gue cuma sibuk sama keperluan untuk dinner nanti malem, hehe." kata Iluvia lalu berkaca di spion mobil. ~~~ "Bun dompet Ibun yang warna peach masih ada?" tanya Iluvia saat dia sudah berada dikamar Irla, menghampiri Irla yang sedang memainkan ponselnya. "Ada, kenapa?" "Iluvia pinjem boleh?" "Ya, boleh. Tapi untuk apa?" tanya Irla. "Ih, Ibun lupa? Malem ini kan Iluvia mau dinner Ibun." "Astaga, iya. Ibun lupa." Irla terkekeh Lalu Irla menaruh ponselnya diatas nakas dan beranjak berdiri lalu mengambil dompetnya didalam lemarinya. Setelah itu, "Ini." ujar Irla lalu memberi dompetnya pada Iluvia. Iluvia tersenyum manis. "Makasih ya, Bun. Kalo gitu Iluvia mau nunggu maghrib dulu, mau shalat maghrib terus siap-siap deh. Soalnya jam 7 Arkan udah jemput." Adzan maghrib pun sudah berkumdang. Iluvia segera mengambil air wudhu lalu shalat dikamarnya. Setelah selesai shalat, ia berdoa supaya nanti acara makam malamnya lancar-lancar saja, tiada hambatan. Dan semoga ia bisa untuk tidak gugup, dan juga semoga bahagia. Aamiin.  Sesudah shalat dan berdoa, Iluvia pun langsung melipat mukena dan sajadahnya lalu segera bersiap untuk dinner. Ia segera memakai dressnya, lalu ia segera memakai make up. Jujur saja, Iluvia tak terlalu pandai ber-make up, tapi berhubung ia sering melihat tutorial make up di youtube, jadi setidaknya ia masih tau lah cara make up itu bagaimana. Setelah hampir 20 menit ia mempercantik wajahnya dengan tidak terlalu tebal memakaikan alat make up, ia langsung beralih ke rambut. Rambutnya sudah cantik sih akibat tadi ke salon, hanya saja ia perlu mengcurly sedikit bagian bawah rambutnya agar terlihat lebih sempurna. Selesai mempercantik rambut, ia langsung mencoba memaki high heels dan memegang dompetnya. Lalu Iluvia pun berkaca dicermin yang besar yang ada sudut kamarnya. Yalord, gue cantik juga ya. Dengan kesokcantikannya, Iluvia bergaya-gaya didepan kaca hingga akhirnya suara ketukan pintu membawanya kembali kealam sadar. Iluvia membuka pintu kamarnya, dan ia dapati Irla yang langsung memandangnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Alamak! Ini anak Ibun kah?" kata Irla dengan keterkejutan lebay ala-nya. Iluvia terkekeh. "Ih, kamu cantik banget Nak." "Hehe, kan nurun Ibun! "Ah, kamu mah bisaan aja. Yaudah yuk kedepan, si Arkan udah nungguin kamu tuh." kata Irla. "Hah? Arkan?" Iluvia melirik jam dinding dikamarnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN