Akhirnya, usai lima jam berlalu. Aika sadar dari pengaruh obat biusnya. Semua orang langsung bersuka cita menyambutnya. “Alhamdulilah ya Allah .... kamu sudah siuman, Nak,” seru Mama Desi dengan gembira, seraya menciumi wajah Aika. “Mamah, Mas Bos ....” “Saya di sini,” sela Kairo cepat, kala tahu Aika sedang mencarinya. Pria itu lalu mengambil tempat di bagian lain tempat tidur, berseberangan dengan Mama Desi yang sudah pasti tidak ingin digantikan. “Hai, Honey. How do you feel?” sapa Kairo dengan sayang. Membelai dan mencium kening Aika lembut. “Mas Bos, bayi kita ... mana?” lirihnya kemudian, meminta keyakinan pada sang suami tentang kondisi anaknya. Seketika senyum suka cita di ruangan itu pun berganti dengan senyum sumir disertai sendu yang membayang. Mereka tidak tega membe

