“Pokoknya Aika mau pulang, Mamah. Aika nggak mau nginep di rumah sakit!” rengek Aika. Akhirnya Aika sadar dari pingsannya, setelah kejadian di gudang rumah hari ini. “Nggak boleh!” Mama Desi membantah tegas. Membuat Aika langsung cemberut. “Tapi Aika nggak betah di sini. Aika nggak suka sama bau obatnya,” rengek Aika, sambil menggoyang-goyangnya tangan ibunya. Seperti anak kecil yang minta dibelikan permen. “Nanti mama bawain pengharum mobilnya papa. Biar nanti bau ruanganya ganti jadi bau mobil, bukan bau rumah sakit lagi,” timpal Mama Desi santai. Aika makin mengerucutkan bibirnya seperti bebek. “Ih Mamah, nanti baunya campur-campur dong. Baunya jadi nggak jelas, malah bikin Aika mual. Entar kalau Aika mabok, gimana?” Aika masih mencoba merengek pada Mama Desi. “Kalau mabok ya tingg

