“Bisa pecah ini kepala kalau kelaman dengar suara aduhai Aika!” keluh Kairo yang mengendap-endap keluar dari apartement. Lebih baik dia menunggu di lobi saja, biar tetap waras dari godaan bininya yang merangkap jadi tukang PHP. Menyebalkan memang. Tak berapa lama, seseorang dengan baju sehitam malam berlarian masuk ke lobi untuk menghampirinya. “Kira-kira dong, Kai kalau nyuruh orang? Mama Desi bahkan mengira kalau Aika ngidam gara-gara Lo bilang, dia mau sate padang belakang kompleks yang viral dibicarakan itu, sesegera mungkin. Padahal biasanya makan sate seporsi saja nggak pernah habis. Harus paroan sama gue karena dia sebenernya nggak terlalu doyan.” “Maaf, maaf. Terpaksa ngerepotin Lo,” potong Kairo agar protes Aaron tidak berlanjut menjadi curhat colongan. “Bukan ngerepotin la

