“Ka? Oi ... Aika!” Aika langsung berjengit kaget. Saat Bianca sengaja mencubit pipinya dengan keras. Membuat tangan Aika terangkat otomatis untuk mencomot salah satu gunung kembar milik Bianca. “Wadaw! Onderdil gue!” Bianca memekik histeris. Sambil menangkup d**a semoknya itu. “Bangke ya, Lo! Seenaknya aja comot-comot punya gue? Kalau iri, bilang Bos!” omelnya lagi dengan gaya lebai. yang malah ditanggapi Aika dengan putaran mata jengah saja. “Hilih ... Tumpukan busa aja Lo banggain! Itu d**a apa detergent, sih? Busanya kok banyak banget! Makanya banyakin makan ragi aja. Biar ngembangnya asli. Nggak cuma kamuflase kayak gitu. Kasian cowok Lo kalau tahu!” timpal Aika tanpa beban. Bianca melotot tajam dan langsung mencubit bibir Aika dengan gemas. “Mulut Lo emang minta diempos, ya! Kal

