Hari sudah menjelang malam. Mobil sedan dengan warna merah menyala masih terlihat membelah jalanan ibu kota yang terlihat padat. Perempuan yang mengemudikannya sepertinya sedang merasa enggan untuk pulang. Akhirnya ia pun berhenti di parkiran basement tempat apartemen Andra. Setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, ia pun bergegas keluar. Kemudian ia mengayunkan kaki untuk melangkah menuju lobi. Kali ini ia nekat datang ke apartemen Andra tanpa memberi tahu laki-laki itu terlebih dahulu. Ia tahu jika dirinya memberi tahu Andra tentang kedatangannya, tentu pria itu akan menolaknya mentah-mentah. Luna tidak mau ada yang menolak dirinya., karena selama ini tidak ada seorang pria pun yang bisa menolak pesonanya. Laki-laki mana yang tidak akan tergiur dengan kemolekan tubuhnya. Namun,

