SUMMIT ATTACK

259 Kata
Dinginnya malam mencekam Menahan mata supaya tak terpejam Jaket tebal berpolar tak ubahnya kolam Tubuh masih merasa menggigil lebam Pasir berdesir, mengucap selamay datang Pada jiwa-jiwa yang hilang, dari asmara karang Kepala terbawa ke angkasa Mengukur raga menggapai asa di atas sana Sejenak melamun, antara ragu dan diam membisu Duduk bersimpuh di antara lutut yang mulai mengeluh Di balik batu kuarsa yang tak tahu datangnya dari mana Berdoa, tuk kembalikan rona menggelora di dada Badan kembali hangat, waktunya berangkat Kaki mulai mentatah pasir tanpa wajah Naik tiga langkah, turun lima jengkal ke bawah Begitu seterusnya, menghajar kaki hingga lelah Rupanya pasir ini tengah berbisik Menyuarakan diri dalam atiran matematika klasik Supaya pendaki menghitung langkah Menghemat napas terengah dan jarum jam setengah Kepala terus merunduk Mengamati sepatu langkah menanduk Mencari pijakan di sela pasir dan batu sambil membungkuk Supaya tak terperosok jatuh meringkuk Sesekali terhenti, menghela napas supaya segar kembali Mengistirahatkan raga supaya siap berlari Sambil makan coklat yang dibawa sedari tadi Menikmati kerlip lampu kota malam hari Tak boleh terlalu lama berdiam diri Otak bisa membeku tak mampu berpikir lagi Ayo bangkit! Pekik dalam hati Tak terasa sang surya mulai membuka mata Diperlihatkan selimutnya yang putih merona Ah...! Samudera awan! Negeri halimun penuh taman Sejenak mata terpesona Melihat kabut bergulung mengombak di udara Lelah semakin tak dirasa Seperti hilang tiba-tiba Debu mahameru memanggil tuk kembali berseteru Terik mentari mengaba kaki supaya melangkah lagi Puncak tinggal beberapa puluh inci Entah benar atau halusinasi, tetap mendaki! # Summit Attack, Mahameru - 3676 mdpl Mt. Semeru (3676 mdpl) Lumajang, Jawa Timur, Indonesia
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN