DELAPAN PULUH ENAM

914 Kata

Hari sudah menjelang sore, dan kedatangan Lucas serta keluarga kecilnya meramaikan mansion milik David. Mereka semua larut dalam obrolan ringan yang berujung dengan tawa yang menggelegar. Sekarang, seorang David yang terkenal dingin dan cuek, ternyata bisa membuat lelucon juga. Buktinya, semua orang yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak. Kecuali, Eli. Iya, anak itu sedari tadi menekuk wajah imutnya. Ketika sang ayah menceritakan kejadian sebulan lalu. Dimana ia sedang belajar skyboard, dan berakhir terjatuh dengan pantatnya yang terlebih dahulu mencium aspal. "Ya Tuhan sudah sudah. Perutku sakit, jangan ada yang melucu lagi!" ucap Netta dengan nada seperti orang menyerah. "Itu salahmu sendiri, kenapa tertawa sangat keras." balas Aretha setelahnya kembali tertawa. "Ya karena lucu, y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN