“Zara, maaf aku terlalu lama perginya. Ternyata salah satu obatnya sangat sulit di temukan,” seru Sahira saat masuk ke dalam ruangan milik Zara. Sahira berjalan mendekati Zara yang terlelap di atas blangkar. “Zara,” serunya seraya menyentuh lengan Zara yang seketika terkulai lemas dan terasa dingin. “Astagfirulloh Zara!” Sahira berlari keluar dan berteriak memanggil Dokter dengan perasaan gelisah dan ketakutan. Tak lama rombongan Dokter dan suster datang berlarian ke ruangan Zara meninggalkan Sahira sendirian di luar ruangan karena di larang untuk masuk. “Ya Allah apa yang terjadi dengan Zara,” gumamnya mengintip dari kaca kecil di bagian pintu dengan isakannya. “Sahira, ada apa?” tanya seseorang membuat Sahira membeku di

