“Kak Alfa...” Gumaman itu membuat Ali langsung terjaga. Ia tertidur dengan posisi duduk bersidekap di atas kursi di sisi blangkar. “Zara,” gumamnya saat melihat Zara bergumam walau matanya masih terpejam. “Kak Ali...” gumam Zara saat ia membuka mata dan langsung bersiborok dengan mata tajam nan hangat milik Ali. “Kak Alfa...?” “Semuanya akan baik-baik saja,” ucap Ali. “Jangan menyembunyikan fakta dariku, aku sudah sangat lelah dengan kebohongan,” gumamnya diiringi air matanya yang sudah mengalir dari sudut matanya. “Kami masih mencari keberadaannya,” ucap Ali akhirnya. Zara memejamkan matanya hingga air mata semakin deras jatuh dari pelupuk matanya. “Zara...” Zara mengabaikan panggilan Ali, ia berbal

