Ali terduduk lemas di kursi kebesarannya. Ia beristigfar beberapa kali dengan mengusap wajahnya gusar. Bagaimana kalau Zara mengetahui apa yang terjadi pada Alfa. Ali bahkan tak kuasa membayangkan bagaimana reaksi Zara mengetahui fakta ini. Cobaan apa lagi ini, Ya Allah. Ω Zara duduk termenung di rumah sendiri menunggu kedatangan Alfa yang tak kunjung datang. “Kak Alfa kemana yah, kenapa dia tidak datang juga. Dia menginap dimana, apa semuanya baik-baik saja?” gumam Zara berusaha menghubungi nomor Alfa yang masih tetap tidak aktif. Perasaannya mulai tak nyaman dan ia memiliki firasat yang aneh walau terus saja ia tepis. “Apa sebaiknya aku ke toko saja,” gumam Zara. Ia beranjak menuju sofa untuk meng

