Malam menjelang, Raisha sama sekali tak bisa tidur. Ia memikirkan Revan dan kondisinya saat ini. Bagaimana ke depannya ia akan menghadapi Revan. Akankah kehidupan rumah tangganya berjalan baik-baik saja atau malah sebaliknya. Raisha benar-benar merasa tak punya muka di hadapan Revan. Raisha duduk bersandar di kepala brankar menatap kosong ke depan. Sedangkan Tantenya sudah terlelap di ranjang yang tersedia. Di luar ruangan Revan terlihat berdiri bersandar di daun pintu. Ia melipat kedua tangannya di d**a. Ia sama sekali tidak mengantuk maupun ingin beristirahat. Fokusnya hanya pada Raisha istrinya. Ia mengerti rasa khawatir Raisha dan kekecewaannya. Tapi apa harus membuat mereka terpisah seperti ini. Revan benar-benar tidak bisa jika berjauhan dan tak melihat Raisha sehari saja. Keduan

