Raisha hanya diam tak merespon. Revan melihat raut tak menyenangkan dari Raisha. Ia pun menyimpan cup kopinya di atas meja nakas dan mengambil duduk di kursi yang berada di sisi brankar. “Ada apa Sayang?” tanya Revan. “Kamu udah liat handphone?” tanya Raisha. “Ah aku lupa menyalakan handphoneku. Memangnya ada apa?” tanya Revan mengeluarkan handphone nya dari saku celananya. “Tadi pagi habis baterainya, semalam aku lupa menchargernya. Kamu bawa charger?” seru Revan. Raisha pun menyerahkan charger handphonenya ke Revan. Revan pun mulai mencharger handphone nya seraya mengaktifkannya. “Lihat chat group,” seru Raisha seraya memalingkan wajahnya membuat Revan kebingungan. Revan pun memeriksa chat masuk yang juga begitu banyak, chat group pun penuh. “Ini?” gumam Revan sangat kaget. “Itu u

