"Ini, Nona." Emily menyerahkan kertas MoU yang diminta oleh Deavenny. Sudah tertera nama Lewis Jackson juga di dokumen itu. "Oke, terima kasih." Deavenny mengambil map tersebut. Ia kemudian berdiri dan memandangi satu demi satu karyawannya. "Aku pergi dulu bertemu orang yang mau berinvestasi di perusahaan ini. Kalian jika ingin pulang, tak apa, bisa dilanjutkan besok lagi pekerjaannya," pamitnya. "Saya temani, Nona." Emily ikut bangkit. Ia merapikan area meja di depannya. "Tidak perlu, kau ikut saja dengan yang lain. Ini sudah malam dan bukan jam kerjamu lagi," tolak Deavenny seraya mengelus pundak sekretarisnya. Deavenny melihat jam tangan di pergelangannya. Jangan berpikir itu bermerk rolex atau richard mille. Kehidupan wanita itu sudah jauh dari golongan konglomerat pada umumnya. "A

