"Jadi, bagaimana? Apakah kau sudah siap membayar jasaku yang sudah membantumu membuat iklan saat itu?" tanya Lewis setelah urusan terkait investasi selesai. "Sudah, kau ingin aku membayarnya di mana?" Deavenny balik bertanya. Sebab, saat proses pembuatan iklan, Lewis hanya membisikkan ingin meminta dirinya menjadi objek untuk pria itu melukis. Lewis mengulurkan tangannya. "Ayo, ikut aku." Deavenny yang sudah berjanji akan mulai mencoba percaya dengan teman barunya itu pun menerima uluran tangan kekar Lewis. Ia berdiri saat merasa ditarik oleh pria itu. "Apakah tempatnya jauh?" tanyanya sebelum melangkahkan kaki. "Tidak, hanya di ruangan itu," jawab Lewis seraya menunjuk sebuah pintu yang berada di tengah. Ruang kerjanya tergolong luas, mencapai seratus meter persegi. Di dalamnya masih

