Lewis kemudian mematikan ponselnya dan juga milik Deavenny. Ia sengaja melakukan itu agar tak bisa dilacak oleh Marvel. "Kau pikir aku akan kalah denganmu? Mimpi! Aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan," gumam Lewis sangat lirih. Sembari tangannya aktif bergerak melukis wanita kurus dengan lekuk tubuh yang indah walaupun ukuran dua bikti itu kecil, tapi sayangnya selalu disembunyikan dibalik pakaian tertutup itu. Ia menyeringai dari balik kanvas. Lewis merasa pembalasannya lebih elite dibandingkan memeluk di depan dirinya. Ia tengah membayangkan wajah rivalnya saat ini. Pastilah sedang sangat marah. Oh ... bahagia sekali dirinya, rencananya berhasil. Sementara itu, Marvel tengah bersandar di headboard dengan memegang ponselnya. Ia sedang menatap layar benda pipih yang canggih mili

