Berbeda dengan Deavenny yang takut mendapatkan penolakan dari Marvel. Pria yang bibirnya diserang secara dadakan itu justru terbuai. Hilang sudah akal sehatnya yang sedari tadi sangat ia jaga agar tak kelepasan. Marvel memegang tengkuk Deavenny dan semakin memperdalam lekatan bibir keduanya. Saling berperang lidah dengan wanita yang seharusnya tak ia sentuh. Namun anehnya, hasratnya justru tumbuh pada wanita itu daripada kekasihnya yang berbadan lebih bagus. Hasutan setan mulai memenuhi akal sehat keduanya. Deavenny sangat menikmati sesapan bibir pria pujaannya. Ia terbuai dengan suasana yang tak pernah dirasakan sebelumnya. ‘Ternyata senikmat ini berciuman.’ Gumamnya dalam hati. Ia tak mau mengakhirinya, bahkan Deavenny tetap bernapas saat perang lidah itu berlangsung. Suhu tubuh Marve

