Deavenny tak berkedip menatap cincin berlian itu. Ia masih tak menyangka jika Lewis memiliki perasaan yang lebih dari sekedar teman. Dada Deavenny tak berdebar sedikit pun saat ada seorang pria yang mengajak menikah. Justru ia sedih, kenapa bukan Marvel yang melakukan hal itu padanya? Mengapa harus teman barunya? Lewis masih memandangi wajah cantik Deavenny. Melihat sebuah mimik yang terlihat kurang senang. "Kau mau, kan?" tanyanya sekali lagi. Deavenny memejamkan matanya sejenak, lalu menatap manik hazel brown milik pria tampan itu. "Maaf, Lewis, aku—" Lewis menempelkan telunjuk kanannya ke bibir Deavenny agar wanita itu tak meneruskan bicara. "Tak perlu kau jawab sekarang. Aku akan memberimu waktu satu minggu untuk berpikir." Tangan kekar itu meraih jemari Deavenny. Ia ingin memasan

