Kali ini diantara kedua lelaki yang tadinya di penuhi emosi pun mulai bisa reda. Mereka sama-sama menjauh, suapaya tidak ada lagi perkelahian seperti di kantor. Namun sebenarnya, Azlan bisa melihat wajah Wildan yang kesal, karena belum bisa membalas pukulannya tadi. “ Untuk apa kamu mengajakku bertemu disini.” Tanya Wildan yang mulai mendekati Azlan. “ Untuk memastikan kalau kamu bukan seorang pengecut, seperti sebelumnya. Jangan lakukan hal bodoh lagi dengan menyuruh orang untuk mencelakaiku.” Ucap Azlan yang memperingati Wildan, sedangkan Wildan langsung menyeringai saat Azlan tahu kalau dirinyalah yang melakukan hal tersebut. “ Tak salah kalau anda di juluki pengusaha yang sukses dengan kecerdikan yang luar biasa. Sebelum saya mengatakan apapun, anda sudah bisa menebaknya.” Balas Wi

