Setelah mendapatkan ijin dari Adhia, Tarendra segera menemui Ara. Ara harus tahu bahwa dia adalah ayahnya, ayah kandungnya. Bukan hanya sekedar ayah biologis saja. Banyak sekali hadiah yang Tarendra beli untuk Ara. Setidaknya sebagai pengganti ketiadaannya selama sepuluh tahun ini untuk Ara. Tarendra sungguh tidak sabar. Dia bahkan nekat menanti Ara di depan sekolah dasar negeri tempat Ara bersekolah. Dia akan segera membawa Ara untuk dikenalkan ke keluarganya. Harus! Mama papanya, Edies dan Fanny harus tahu bahwa Ara adalah darah dagingnya. Ada darah Soemitro yang mengalir di tubuh Ara. "Ara.... Ara... sini naaak..." Tarendra bahkan berteriak saat melihat sosok Ara berjalan tertatih menuju gerbang sekolah. Ara tidak kesulitan mencari sumber suara yang memanggilnya karena sosok tubuh ja

