20. Acerbity Pada akhirnya aku mengunci mulut selama perjalanan ke rumah Mas Awan. Tidak lagi menanyai Utami banyak hal karena takut dia kehilangan fokus. Sebenarnya aku sudah merasa cocok dengan Utami. Gadis muda ini memiliki jiwa yang kuat dan tekat sekeras batu granit. Ia wujudkan dalam tampilan yang nonfeminim. Utami memotong rambutnya sangat pendek dan memilih jeans jacket, kaus pudar, celana jeans biru dan sepatu sneakers. Wajahnya bersih dari sapuan make up. Tapi sopan santunnya kepada yang lebih tua patut diacungi jempol. Tutur katanya yang lembut berbanding terbalik dengan gaya berpakaiannya yang ‘urakan’. “Tami, nanti jemput Voni jam tiga ya,” pesan Ibu Hafsa sebelum Utami pergi. Gadis cantik itu mengiakan lalu membawa mobilnya ke jalan raya. “Ibu mau keluar, Von. Makanya I

