22. Proposal Papa Chika Sesampainya di rumah, Mas ingin bicara sama kamu. Pesan yang dikirimkan Mas Awan k****a ketika mobil sudah masuk ke jalan kompleks perumahannya. Jajaran rumah gedungan tak kalah mewah dari rumah yang kutuju. Aku hanya bisa berdecak kagum melihat keindahan yang setiap hari kulalui. Seorang sekuriti segera membukakan pagar ketika mobil kami tiba di depan gerbang. “Nanti Mbak kirim pesan kalau mau ke masjid,” ucapku saat membuka seatbelt. Ragu-ragu Utami mengangguk. “Kenapa?” Utami sepertinya memiliki sesuatu yang ingin ia sampaikan. “Apa nggak seperti biasa aja, Mbak. Aku jemputnya jam tiga tanpa harus dikirimi pesan?” “Ooh. Nggak tahu, hari ini ada Mas Awan. Nanti aku kabarkan lagi, ya.” Utami mengangguk lalu menarik sudut bibirnya. Tuhkan, perempuan in

