27. Lari Bosan bicara langkah; apa yang harus kuambil dan apa yang akan kulakukan. Apakah aku akan terima Mas Awan? Kenapa sekarang baru kepikiran? Tidakkah kemarin aku bilang kepada Melo kalau aku hanya akan melakukan apa yang diinginkan Mas Awan? Hidupku selalu tentang jodoh, jodoh, dan jodoh. Jodohku saja belum tahu seperti apa, eh, sekarang aku justru mikirin jodoh orang. Kurang kerjaan banget! Jodoh si Melo! Katakan aku sibuk ngurusin urusan orang, silakan! Kenapa otakku sekarang penuh oleh pengakuan Melo? Melo bilang dia akan menikah dengan Meilina yang dipilihkan Tante Vana. Apakah segitu bencinya Tante Vana kepadaku sehingga sama sekali tidak memberikan kesempatan kepadaku dan Melo bersama? Aduh, apa yang kupikirkan? Kenapa aku seolah ingin menikah dengan Melo? Astagfirull

