Pilihan

1575 Kata

26. Pilihan    “MELO! Kita ke mana?” Sepeda motor melaju ke arah Kota Padang. Aku mengetatkan pegangan pada jok motor. “Melo jangan ngebut!” Tidak ada obrolan di antara kami hingga masuk ke Kota Bengkuang. Lampu-lampu jalan yang kuning menembak ke retina. Angin malam berusaha menampar kaca helmku. Jembatan Siti Nurbaya dengan cahaya kekuningannya berdiri gagah di depan sana. Kami semakin naik ke tengah jembatan. Setibanya di atas jembatan, Melo memarkirkan sepeda motor di sisi kanan depan penjual jagung bakar. “Udah malem loh, kamu malah ke sini.” Aku menggosok kedua tanganku, sudah nggak terlalu dingin sih karena kebal dari tadi kena angin. “Ayo, sini.” Melo duduk di bangku santai yang menghadap ke bawah jembatan. Aku di sampingnya dan menyandarkan punggung pada senderan kursi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN