Perkelahian dan Tumbal

1579 Kata

Darsimah tersenyum menyeringai sambil melangkah pelan berlenggok-lenggok dan mengibaskan selendangnya. Tangannya terulur ingin mencengkik Akmal. Lelaki bermata sipit itu sudah pasrah. Asalkan Nirmala selamat dan ibunya kembali ke wujud manusia normal. Akmal merasakan tangan Darsimah seperti dingin sekali menyentuh lehernya, ia pun sudah menggulung selimut, bulu kuduknya meremang, aroma pandan menyeruak hidungnya begitu tajam. Lampu ruangan itu mendadak kedap-kedip. Lelaki bermata sipit itu sudah tidak bisa menahan napasnya yang terasa sesak karena cekikan Darsimah membuatnya kehilangan oksigen. Tiba-tiba datang beberapa guling besar ada delapan berdiri menjulang di hadapan Akmal, pocong itu adalah suami-suami Nirmala yang datang untuk menjemput. Mata mereka berlubang seperti tidak punya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN