"Bagaimana ini? Kita tak bisa masuk ke dalam," ucap Ketty merasa cemas dan berjalan mondar-mandir di depan halaman rumah yang bergaya tempo dulu bercat putih kusam dengan pintu dan jendela yang besar serta temboknya ada batu sungai kecil-kecil sebagai pehias. Tampak sekali jika rumah tersebut peninggalan zaman dahulu kala. "Ayo, kita harus tuntun Akmal untuk datang ke sini!" ajak Rian sembari melayang ke arah barat. Lantas Ketty pun mengekori Rian dari belakang. Sesekali menoleh ke belakang mendengar suara jeritan Nirmala yang menembus dalam keheningan dini hari. Dia menghela napas berat. Ada cemas yang melanda menggelayut di pikiran Ketty. Dia benar-benar mengkhawatirkan kondisi Nirmala. Willy benar-benar licik membuat Rian dan Ketty tidak bisa masuk ke area rumah tersebut. *** Sement

