Lengkingan Darsimah

1100 Kata

Perkelahian sengit masih terjadi antara Wowo dan Darsimah, sehingga membuat mereka lupa waktu. Suara Azan Subuh menggema dari masjid kampung, sekelebat-sekelebat bayangan mereka di atas langit, terlihat oleh Nirmala dan Akmal yang masih berdiri di teras rumah Darsimah. "Selamat menikmati sihirku yang akan menghancurkanmu!" teriak Darsimah seraya memutar-mutar selendang yang berubah seperti cambuk petir. Cambuk petir itu beberapa kali mengenai tubuh Wowo, lelaki itu meringis kesakitan dan terkulai lemas. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, pandangannya mendadak menggelap. Lengkingan ketawa Darsimah memekak telinga. "Kikikik ... dasar genderewo bodoh. Dibutakan cinta sama oleh manusia!!" *** Kemudian Ketty datang tergopoh-gopoh sambil membawa korek api dan ia pun melempar senyum. "Ini cepat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN