Pria bermata sipit itu tidak sadarkan diri, pingsan. Ibu Risma langsung menghubungi dokter dan suaminya untuk segera pulang. Sementara itu Nirmala terus memegang tangan sang suami sambil menangis terisak-isak. Kemudian wanita setengah baya itu menarik rambut panjangnya Nirmala sambil menyeretnya sampai ke ruang bawah tanah. Ibu Risma mendorong tubuh wanita bermata biru ke tempat yang gelap, lembab, dan bau kotoran tikus segala macam bau ada, hingga membuat Nirmala muntah-muntah. "Tempatmu di sini wanita pembawa kematian pantasnya di ruang bawah tanah bersama cacing-cacing dan tikus!" sentaknya. "Aku nggak salah, izinkanku menemani suamiku," mohon Nirmala sembari duduk bersimpuh sembari menangkupkan kedua tangannya. "Apa suami? Istri macam apa kau ini? Cuma membawa kematian untuk suam

