Perkelahian Sengit Dua Mahluk

1064 Kata

Nirmala sangat berat melepaskan Akmal, ia terus menjerit dan menangis memecah keheningan malam. Tangannya terus menggelayut di pundak sang suami, sedangkan Darsimah terus menarik tubuh lelaki bermata sipit itu untuk sampai ke pelukannya. "Sudah salam perpisahannya, aku cembokur melihat kalian!" bentak Darsimah. "Jangan pergi!" teriak Nirmala. Dia menggeleng kasar. "Lepaskan aku dengan ikhlas, Nirmala," sahut Akmal dengan mata yang berkaca-kaca. "Tidaaakk, Akmal!!" pekik Nirmala. Kemudian suara tawa genderewo gaul terdengar menggema ke seluruh pelosok ruang lingkup itu. Seantero jagat raya suara khas ketawa Wowo yang melegenda mampu membuat rumah itu roboh. Mendadak gempa vila, seakan-akan mau runtuh, Bonbon berhambur keluar kamar dan melihat Akmal dan Nirmala yang masih berpegangan ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN