"Kamu, mau apa datang ke sini?" lirih wanita berkulit putih itu sembari mengatupkan mulutnya. "Aku tak rela melihatmu menikah dengan lelaki lain," ujar Wowo sembari menatap tajam. "Suamimu harus mati!" seru Wowo. "Jangan!" teriak Nirmala sembari menutup telinganya. Akmal langsung menoleh ke arah wanita bermata belo itu, lalu berderap cepat dan memegang pundak istrinya. "Kenapa?" tanya Akmal seraya mengernyitkan dahi dan menuntun sang istri untuk masuk ke dalam mobil. Sedangkan Wowo masih menatap nyalang dengan mata yang merah menyala bergeming di ambang pintu kantor KUA. Kibasan selendang kuning menghantam punggung genderewo gaul itu. Membuatnya terpental keluar halaman kantor, suara wanita menggelegar memekak telinga Wowo. "Jangan kau sakiti Akmal calon suamiku! Dia milikku." "S

