Bonbon dan Ibu Risma mendengar Nirmala bernyanyi sambil tepuk tangan langsung terjengkang dari tempatnya. "kayanya ini hantu masa kecilnya kurang bahagia. mana ada hantu nyanyinya balonku," cetus Bonbon tertawa terbahak-bahak. Kemudian Pak Ridwan komat-kamit merafalkan doa dan menyuruh Akmal untuk mendekap si janda kembang itu, dengan gerak cepat lelaki bermata sipit merekatkan tangannya di pinggul wanita bermata belo. "Hareudang ... hareudang ... panas ... panas, selalu--selalu hareudang!" teriak Nirmala seraya meronta-ronta. Pak Ridwan memegang ubun-ubun wanita bule itu dan terus berkomat-kamit merafalkan doa, lalu keluarlah Ketty dari tubuh Nirmala dan menjerit-jerit ketakutan, kesakitan. Kendati demikian, sang janda kembang masih bisa melihat teman hantunya itu berdiri dengan wajah

