Akmal membawa Nirmala ke rumah Pak Ridwan, ia pun mengungkapkan keinginannya. Bu Risma membelalakan matanya dan menggeleng kasar, sedangkan Nirmala duduk menunduk sambil nyemilin kuaci bunga matahari yang baru saja dibuat oleh sang empu rumah. "Serius, mau menikahi Nirmala?!" Pak Ridwan menodongkan pertanyaan itu sudah ke sekian kalinya. "Yo, dipikir masak-masak dulu atuh Akmal, jangan-jangan Nirmala kabur dari pernikahannya, lihat pakaiannya udah kaya pengantin," cetus Ibu Risma sembari mendelik ke arah Nirmala. "Bukan masak lagi. Tapi, sudah mateng Paman, aku ingin menikahinya, mau tahu sampai mana kutukan itu berlaku?!" geram Akmal sembari mengepalkan kedua tangannya. Nirmala refleks tersedak kuaci mendengar kutukan, ia menarik-narik lengan lelaki bermata sipit itu serta-merta mau m

