"Aku yang salah, saat melahirkan Dion saking terkejutnya melihat bayi berbulu. Akhirnya aku pinta Wowo untuk mengambil Dion jika sudah dua tahun. Tapi, ternyata aku nggak sanggup seperti ini, tepat dua tahun Wowo datang tepat waktu," ucapnya seraya menangis tersedu-sedu. "Sayang, sudahlah. Ini semua demi kebaikan Dion, jika sudah waktunya pasti dia datang ke kita." Akmal merengkuh tubuh mungil Nirmala. Seperempat jam mereka berdua saling berpelukan, lantas Akmal mengecup puncak kepala Nirmala. Lelaki itu memberikan semangat kepada Nirmala dan sebuah keyakinan bahwa Dion akan baik-baik saja. "Ayo, kita makan malam. Ibumu dan ayahmu sudah menunggu di meja makan." Lelaki bermata sipit itu menuntun Nirmala beranjak ke ruang makan. Setiba di ruang makan. Suasana menjadi hening tanpa ada yan

