Dua tahun kemudian. Nirmala duduk dengan tatapan nanar ke arah Dion yang sedang bermain mobil-mobilan yang sedang tertawa sendiri. Tangan kekar seorang lelaki melingkar di pinggang kembang desa itu. Nirmala terhenyak dan ia mengulas senyum. Dion anak yang aktif, bobot tubuhnya besar berbeda dengan bobot tubuh anak balita yang normal, bulu-bulu halus mengitari tangan dan punggungnya. Kulitnya berwarna kecokelatan. Makanan kesukaan Dion jangkrik, belalang, dan singkong. Ia belum mau makan nasi, roti pun selalu dilepehkan. Memang sedikit aneh makanan favorit Dion. "Apa yang kamu pikirkan?" tanya Akmal sembari mengecup mesra pipi kanan istrinya. "Aku tak menyangka kalau Dion seperti anak pada umumnya. Cuma yang berbeda bobot tubuhnya dan bisa melihat dunia metafisika." "Iya, jadi kamu tida

