Perang dingin antara Akmal dan Nirmala tercium oleh Pak Ridwan, karena sikap mereka yang saling diam selama seharian sampai menjelang malam. Lelaki setengah baya itu memiliki ide untuk mempersatukan sepasang pengantin baru itu. "Akmal, rencana selanjutmu apa?" tanya Pak Ridwan sembari menghisap racun yang akan perlahan menggerogoti paru-parunya. Akmal berbisik kepada sang paman dan Pak Ridwan mengangguk tanda mengerti. "Baiklah, kalau gitu sebelum menjalankan tugas beratmu itu. Sekarang tolong bantu Paman ke gudang mau ambil sesuatu!" titahnya sembari menyeret keponakannya ke sebuah gudang tempat barang-barang yang sudah tak terpakai lagi. "Paman, pelan-pelan. Semangat amat," ketus Akmal seraya mengembungkan pipinya. Mereka berderap menuju ke ruangan gudang, suasana dalam ruangan yan

