Bab.17

878 Kata

  "Bagaimana kalau sekarang kita makan sate?" ajak Marcel setelah Erly tenang dan tidak menangis lagi.   Erly mengangguk manja. Kini dia bisa tersenyum dan Marcel orang yang paling beruntung melihat senyumnya untuk pertama kali.   "Om, aku mau dia porsi," pesan Erly.   "Apa kamu yakin akan habis?" Marcel membuka mata lebar.   "Habis, Om. Aku lapar," ucap Erly.   Gadis cilik itu kembali seperti sebelumnya. Ceria dan cerdas.   "Baiklah, nanti kalau tidak habis om jewer ya."   "Habis, Om. Tenang aja," ucap Erly sangat yakin.   Benar saja, Erly menghabiskan semua sate yang dia pesan tanpa tersisa satu pun.   "Wow! Keponakan om memang hebat," puji Marcel mengusap rambut Erly lembut.   "Om, besok lagi kita main ke taman lagi ya. Aku mau lihat mommy lagi," ucap Erly penuh semangat.   "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN