Bab.18

996 Kata

  Marcel menggelengkan kepala. Sungguh keras hati.   "Bila perlu aku akan membunuhnya secara perlahan," lanjut Andra lagi.   Marcel membuka mata lebar mendengar sumpah Andra yang begitu dalam. Entah apa yang membuat Andra sangat membenci Ara.   "Silahkan, mungkin setelah itu kamu akan melihat putrimu mati secara perlahan juga. Atau mungkin sebelum wanita itu ke luar dari penjara, putrimu dulu yang akan mati secara perlahan."   "Marcel!" bnlentaj Andra marah.   Baginya ucapan Marcel sama saja telah menentang dirinya.   "Andra, kamu lihat Erly sekarang! Kamu buka matamu! Lihat dia saat dia tidur! Pandangi wajah polosnya yang selalu merindukan belaian seorang ibu! Coba pakai hatimu, Andra! Jangan pakai egomu!" Marcel tersulut emosi.   Andra terdiam. Entah apa yang dia pikirkan dalam di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN