Bab.22

1104 Kata

  Di sebuah bangku persegi empat seorang pria tampan tampak gusar. Jemarinya mengetuk meja beberapa kali. Sepertinya itu cara dia untuk menghilangkan kegusarannya.   "Lama sekali," gerutunya lirih.   Beberapa kali mata hitamnya melirik arloji di tangan.   "Apa masih lama?" tanyanya pada seorang sipir yang berdiri di sampingnya.   "Dia masih membersihkan diri, Tuan. Kami baru saja melakukan kerja bakti."   Ya, hari dan waktu di mana Andra datang adalah waktunya kerja bakti bagi penghuni lapas. Semua penghuni lapas wajib mengikuti acara rutin itu, tidak terkecuali Ara.   Selama tinggal di lapas, Ara selalu berperilaku baik. Dia juga tidak pernah ribut dengan penghuni lainnya. Bahkan wanita itu sering membantu petugas, sehingga penghuni di sana senang padanya.   Bahkan Ara berencana be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN