Bab.23

904 Kata

  Ara dengan cepat menepis tangan Andra dari pergelangan tangannya.   "Apa Anda tidak jijik menyentuh tangan kotor yang sudah menculik putrimu ini?" ucap Ara dengan lantang penuh cibiran kebencian.   "Aku mohon ikutlah denganku!" Kali ini Andra melupakan keegoisannya.   "Maaf, aku tidak bisa." Ara memalingkan wajah.   "Erly membutuhkanmu saat ini." Suaranya terdengar memilukan.   Andra terus membujuknya agar Ara mau ikut dengannya. Kali ini Andra melupakan tentang harga dirinya. Dia melupakan kebencian dalam dirinya. Dia melupakan semuanya demi Erly.   "Aku mohon, ikutlah denganku!" Sekali lagi Andra memohon.   "Maaf, aku tidak bisa. Sebaiknya Tuan pergi!"   Ara kembali melangkah.   "Apa kamu tidak menyayangi Erly?" teriak Andra.   "Aku tidak pernah menyayangi putrimu!" jawab Ara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN