"Erly." Begitu sadar dari pingsannya, Ara langsung terduduk dan mencari Erly. "Hust!" Andra menekan pundak Ara saat gadis itu akan beranjak dari duduknya. Terlihat jelas wajah kesal Andra melihat Ara. "Aku mau lihat Erly," ucap Ara kembali hendak bangun. "Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja?" Andra kembali menahannya. "Apa sebenarnya yang kamu inginkan?" Ara menatapnya marah. Andra tidak peduli dengan tatapan tajam penuh kebencian dari Ara. Mungkin memang dia pantas membencinya karena Andra telah menghancurkan hidupnya. "Makanlah!" Andra menyodorkan nasi kotak yang Marcel bawa. Andra meminta Marcel membelikan nasi kotak untuk Ara. Entah kenapa saat menyentuh tangan Ara saat di lapas tadi, rasanya merinding. Tangan itu sangat kecil dan kurus. Apa

