"Katakan apa yang terjadi pada Erly!" Andra langsung mengangkat wajahnya ketika mendengar suara Ara tepat di depannya. Wajahnya telah basah karena air mata. "Katakan apa yang terjadi padanya!" Ara tidak bisa menahan rasa ingin taunya. "Dia-" Andra tidak akan pernah sanggup mengatakannya. "Katakan, Tuan!" Ara mengambil posisi duduk. "Erly koma," jawab Andra hampir tidak sampai. "Erly." Air mata Ara meluncur begitu saja. Melihat Ara menangis membuat Andra semakin merasa bersalah. "Kamu bohong! Katakan kalau itu bohong! Kamu hanya ingin aku ikut denganmu dan nanti di luar sana kamu hanya akan menyiksaku. Benar bukan?" Ara mencoba memungkiri bahwa kabar itu benar. "Aku tidak bohong. Kemarin Erly diculik dan dia tertembak. Sekarang dia koma. Hanya satu permintaannya

