Satu minggu. Ini hari ketujuh Erly menjalani perawatan. Sebagian alat medis yang menempel pada tubuh Erly sudah dilepas. Kini tinggal monitor dan selang infus. Selama itu juga Ara tidak pernah meninggalkan Erly. Dia ke luar hanya untuk makan atau mandi. Makan pun Ara jarang melakukannya bila tidak dipaksa oleh Andra. Kalaupun dia pulang, mau pulang ke mana? Kontrakan? Tidak mungkin. Sejak penangkapannya waktu itu, dia yakin kontrakan itu telah tertutup untuknya. Namanya juga sudah tercoreng di sana. Orang-orang sekitar juga pasti akan mengusirnya. Datang menemui Baim? Tidak akan pernah dia lakukan. Pria itu sudah mengkhianati cintanya. Lagi pula mungkin dia sudah menikah dengan kekasihnya yang baru. Lalu ke mana? Tidak ada. Ara tidak punya tempat tinggal lagi.

