Bab.35

995 Kata

  Semilir angin malam menembus kulit setiap insan. Cahaya bintang terkalahkan oleh silau lampu kota. Hanya setengah rembulan menampakkan diri. Dia kesepian. Dia sendirian. Ada bintang di sana, tapi cahayanya tak juga benderang.   Di tepi sebuah kolam dengan air yang jernih, sepasang kaki ter-ayun dengan teratur. Tangannya kelu di samping tubuh tegapnya. Matanya memandangi dasar kolam yang tidak terlalu dalam, tapi juga tidak terlalu dangkal.   Pikirannya entah terbang ke mana. Hanya lamunan yang mengisi kepalanya saat ini. Terlalu banyak beban hidup yang seharusnya belum dia tanggung. Terlalu banyak pelajaran hidup yang membuatnya harus kembali belajar menapaki hidup.   Andra.   Sosok pria dengan wajah tampan itu tampak layu beberapa hari ini. Bukan hanya beberapa hari, tapi sudah lebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN