"Om." Erly membuka mata lebar. Marcel tersenyum lebar melihat mata Erly terbuka sempurna. Bahkan tidak ada tanda-tanda bila gadis itu baru tersadar. Tidak juga ada tanda-tanda bila gadis itu baru bangun tidur. Matanya segar dan bening. "Anak pintar," puji Marcel mengusap rambutnya. "Om, jangan bawa pergi mommy!" pintanya memelas. Lagi, Marcel tersenyum bahagia. "Tidak, sayang. Om tidak akan membawa pergi mommy." "Janji?" "Ya." Erly tersenyum. Ini kali pertama Marcel melihat Erly tersenyum setelah penculikan itu. Erly, si gadis cilik itu bangun dari baringnya. Dia ingin duduk dan Marcel membantunya. "Om, jangan bawa pergi mommy, ya?" Erly kembali meminta. "Tidak, om khan sudah janji sama Erly." Marcel berpindah duduk. Sekarang dia duduk di samp

