Bab.40

831 Kata

  Andra sendiri lebih memilih duduk di sofa merenungi nasibnya. Kehadiran orang tuanya semakin membuatnya pusing. Dia yakin akan ada benturan dalam rumahnya selama mereka tinggal di sana.   "Kamu sengaja menambahku pusing, Marcel," ucap Andra.   Tubuh Andra membungkuk dengan kedua tangan menyangga kepala, sedangkan sikunya berpangku pada lutut. Wajah dan penampilannya kacau. Hal itu menandakan bahwa dia sedang dalam keadaan tidak baik. Andra putus asa. Semua yang dialaminya saat ini sungguh membuatnya berada di tengah ombak besar.   "Maaf, Andra. Aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak tega melihat Erly begini," ucap Marcel tidak ada pilihan.   "Tapi kamu tega padaku, Marcel. Sama saja kamu ingin memisahkan aku dengan Erly."   "No. Aku yakin mereka tidak akan melakukan hal itu," jawab M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN