"Cepat sedikit, Pak!" perintah Andra cemas. Suhu tubuh Erly semakin tinggi. Tubuhnya semakin menggigil. "Mommy, mommy," igaunya. "Sayang." Hati Andra semakin hancur. Lagi-lagi saat bibir itu mengucap kata, hanya kata mommy yang ke luar. "Sayang, maafkan daddy." Andra memeluknya Erat. Sesampainya di rumah sakit, Erly langsung mendapat penanganan dari tim medis. Mereka bergerak gesit melakukan yang terbaik untuk permata hati Andra, Erly. Belum juga tenang hatinya meski Erly sudah mendapatkan penanganan dari tim medis, Marcel malah menambah kekacauan. "Bos, semua sudah siap untuk rapat," ucap Marcel melakukan panggilan video. "Batalkan!" pintanya cepat. "Tapi, Bos. Semua sudah berkumpul," bantah Marcel. "Aku bilang batalkan, ya batalkan, Marcel!" teriakny

