Hingga siang Andra dan Marcel menunggu kedatangan Ara. Mereka menunggu dengan cemas. Beberapa kali Andra berjalan mondar mandir seperti setrikaan. Kakinya tidak bisa diam sama sekali. Beberapa kali dia menanyakan pada Marcel keberadaan Ara. "Hey! Mana aku tau ke mana gadis itu pergi? Lagi pula apa yang telah kamu lakukan padanya sehingga dia pergi dari rumahmu?" Marcel memicingkan mata curiga. "Aku tidak melakukan apa-apa," jawab Andra sedikit lirih. Dari cara dan nadanya bicara semakin membuat Marcel curiga. Dia yakin ada alasan yang membuat Ara pergi meninggalkan Erly. "Andra!" Marcel mendesak. "Aku hanya menggodanya saja," aku Andra. "Tunggu! Apa maksudmu menggodanya saja? Atau jangan-jangan kamu mengajaknya ... oh Andra." Marcel mengusap wajahnya hingga ke ram

