Bab.61

996 Kata

  Melebihi suara berisik derap kaki kuda, langkah Andra bertepuk saling beradu dengan anak tangga dengan begitu rapat dan cepat.   Pria itu merasa sangat panik ketika mendapati kamar putrinya kosong. Begitu juga dengan kamar Ara. Dua kamar itu telah dia periksa dan setiap pintu serta celah di dalamnya telah dibuka. Andra tidak menemukan salah satu dari mereka.   "Mbok! Mbok!" teriaknya memanggil pengasuh Erly.   Andra terus berteriak seperti dalam hutan. Suaranya menggema memenuhi rumah besar miliknya. Kakinya pun tidak berhenti berlari ke sana ke mari hanya untuk mencari putrinya.   "Mbok!" teriaknya lagi.   Beberapa kali suaranya menggelegar, tapi tidak satu pun yang mendapat sahutan. Rumahnya terlihat sepi dan sunyi. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Isinya hanya Andra.   "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN