Bab.62

976 Kata

  Andra terpaku saat putrinya tetap saja menerobos masuk. Dia harus siap mendengar jeritan dari bibir mungil Erly saat mendapati kamar Ara kosong. Hatinya tidak akan mampu mendengar suara tangis sedih yang terdengar dari bibir mungil penuh oceh itu.   Setelah Erly masuk, dia lebih memilih berpaling. Memutar tubuhnya membelakangi kamar yang akan membuat putrinya menangis.   Matanya terpejam. Jantungnya sudah melakukan senam terlebih dahulu sebelum telinganya siap mendengar suara tangis. Diatur dengan sangat perlahan setiap oksigen yang masuk dan keluar dari lubang hidungnya yang mancung.   Sesaat pria itu mengosongkan diri, mengosongkan pikiran. Dia menanti sebuah jeritan histeris yang akan memecah gendang telinganya. Tangannya terkepal dan siap meluncur menutup kedua telinga.   Hatinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN