Andra terpaku ketika melihat Ara dengan telaten menyiangi tanaman hias di taman belakang rumahnya. Gadis itu terlihat santai saat mengaduk-aduk tanah bercampur pupuk. Dia sama sekali tidak merasa jijik dan kotor. Ara juga tidak merasa gengsi melakukan hal itu bersama para pengasuh Erly. Sebenarnya rumah Andra sudah ada tukang kebun sendiri yang bertugas mengurusi kebun dan taman. Hanya saja Ara ingin melakukan sendiri sembari mengisi waktu luang. Lagi pula hari ini sekolah Erly libur. Dia juga tidak mempunyai pekerjaan atau kesibukan lain selain menjaga Erly. "Mbok, bantu aku mengangkat karung pupuk itu!" pinta Ara pada salah satu pengasuh Erly. "Jangan, Non! Karung itu berat. Kita ambil menggunakan ember saja ya, sedikit demi sedikit," usul wanita yang dimintai bantuan. "Lam

